Seperti sudah menjadi suatu kebiasaan pada saat tes atau ulangan harian banyak siswa di sekolah manapun yang menyontek. Menyontek dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan melihat pekerjaan teman atau melihat buku yang dibawa secara sembunyi-sembunyi ke dalam ruang tes.
Para guru sering merasa sebal saat melihat siswa-siswanya menyontek saat ulangan. Para guru sering memarahi atau bahkan ada yang sampai merobek pekerjaan siswanya bila ketahuan menyontek. Namun walaupun telah dimarahi oleh guru siswa tersebut tetap saja menyontek di kemudian hari. Lalu apa sebabnya mereka “ketagihan” menyontek? Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan penulis pada siswa-siswa yang masih sekolah penulis memperoleh penyebab-penyebab siswa menyontek saat ujian.
Tuntutan Orangtua
Banyak siswa yang sering dituntut orangtuanya untuk mendapat nilai ujian yang baik. Orangtua sering mengiming-imingi akan membelikan barang kesukaan anaknya jika nilai ulangan anaknya bagus. Selain itu ada juga orangtua yang “mengancam” jika nilai ulangan anaknya jelek maka jatah uang saku mereka akan dikurangi. Hal ini menjadi baik jika siswa tersebut mempunyai semangat belajar dan rasa percaya diri yang tinggi, namun jika tidak siswa tersebut terpaksa menyontek.
Kebutuhan Sosialisasi
Ada beberapa anak yang menyontek hanya untuk membuat citra seperti yang diinginkannya.
Anak yang pintar namun tidak mau dikatakan sombong oleh teman-temannya akan pura-pura menyontek saat ulangan. Dengan itu dia berharap agar teman-teman di sekitarnya berpandangan baik pada dirinya.
Anak yang ingin terlihat bandel oleh teman-temannya juga akan menyontek. Walaupun dia dikatakan bodoh atau nakal namun dia malah nyaman dengan itu. Apalagi jika dia dimarahi oleh gurunya, alih-alih tidak menyontek lagi, dia malah bangga dan melanjutkan aksi menyonteknya dikemudian hari.
Kenapa Sih Banyak Anak Nyontek Saat Ulangan?
Diposting oleh
Unknown
di
01.02
0
komentar
Label: Pengetahuan
Ilmu & Harta, Buku & Bismillah
ILMU & HARTA
v Ilmu lebih utama dari pada Harta, karena Ilmu itu akan menjagamu sementara Harta malah engkau yang harus menjaganya.
v Ilmu lebih utama dari pada Harta, karena pemilik harta bisa mwngaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang ber Ilmu justru mengau menjadi hamba.
v Harta jika engkau berikan akan menjadi berkurang, sebaliknya Ilmu jika engkau berikan malah bertambah.
v Pemilik Harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik Ilmu temanya banyak.
v Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman.
v Harta membuat hati seseorang menjadi keras, sedang ilmu malah membuat hati bercahaya.
BUKU & BISMILLAH
Buku adalah pengingat ilmu yang aku tahu, memilih yang perlu, memilah yang bermutu, menyuguhkan yang baru, dan member jalan keluar agar tak buntu. Buku adalah taman-taman orang mulia, perkebunan orang cerdas dan tempat rekreasi orang terhormat. “Jangan bersedih, bacalah buku” kata Syaikh Dr. ’Aidh al-Qarni.
Bismillah adalah spirit. Pintu segala kebaikan. Jendela keberkahan. Gerbang kesuksesan. Jalan kebahagiaan. Gapura hidayah. Spirit menggugah agar jiwa terus melangkah. Bismillah adalah visi. Bersih dalam pengawasan Allah. Peduli terhadap sesame. Professional dalam bekerja. Bismillah adalah doa. Doa adalah cita-cita. Doa adalah harapan. Doa adalah pengarah langkah. Doa adalah keyakinan yang menggerakan. Doa adalah kepasrahan atas ketakberdayaan. Doa adalah pengakuan kelemahan didepan Allah pemilik segala kesempurnaan. Bismillah adalah doa bukan sekedar doa. Bismillah adalah kekuatan. Bertumpu pada tauhid, keyakinan. Keyakinan itu membuat jiwa orang beriman selalu optimis menapaki kehidupan dan selalu istikomah.
Diposting oleh
Unknown
di
01.00
0
komentar
Label: Pengetahuan
Tiga Perkataan Einstein

1.Imajinasi adalah lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Dapat mengetahui segala sesuatu dan melakukan apa-apa. Imajinasi bisa melakukan apa saja.
Perkataan relatif hanya mampu dilakukan dan dipahami beberapa orang, kalau salah mengartikan perkataan tersebut bisa salah jalur, imajinasi gaya Einstein sangat sulit dipahami dan hanya beberapa orang yang dapat melakukannya.
2.Dunia ini tidak hancur oleh orang yang berbuat jahat, dia menghancurkan orang-orang yang terlihat di samping dan menolak untuk campur tangan.
Firaun, Hilter, Musolini, G Bush, adalah antagonis yang tak mampu mengalahkan orang benar dan baik yang kuat namun membunuh orang yang terlihat disampingnya yang tak mampu berbuat sesuatu.
3.Yang paling penting seorang ilmuwan, itu bukan dokumen dan beberapa tahun studi, maupun pengalaman, tapi intuisinya.
Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran.
Diposting oleh
Unknown
di
00.58
0
komentar
Label: Pengetahuan